Kalah dari Juventus, pemain mempertanyakan kemampuan Ronald Koeman
December 10, 2020

Kalah dari Juventus, pemain mempertanyakan kemampuan Ronald Koeman

By Felicia Baskin

Gilabola.com – Kecerdasan Ronald Koeman mulai dipertanyakan penghuni ruang ganti Barcelona usai dihajar Juventus 0-3 di Liga Champions.

Blaugrana lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai runner-up Grup G di bawah La Vecchia Signora meski sama-sama mengumpulkan 15 poin dan menang selisih gol tetapi kalah head-to-head dari tim Italia. Ini terjadi ketika Barca menang 0-2 di Turin dibalik 0-3 di Camp Nou pada 9 Desember, menyebabkan pertemuan agregat kedua tim menjadi 3-2 untuk keunggulan Bianconeri.

Kekalahan di Camp Nou itu menjadi kekalahan pertama Barca di kandang sendiri di pentas Liga Champions selama tujuh tahun terakhir. Selain itu, klub Catalonia gagal menjuarai grup untuk pertama kalinya sejak musim 2005/2006.

Kekalahan tersebut merupakan kekalahan pertama Barca di penyisihan grup Liga Champions musim ini, namun performa yang kurang memuaskan terjadi selama beberapa pekan terakhir di Liga Spanyol. Di penghujung pekan lalu Barca kalah 2-1 dari tim promosi Cadiz dan juga kalah dari Atletico Madrid, Real Madrid dan Getafe sehingga kini mereka berada di peringkat 9 klasemen.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Masih bisa melaju ke Liga Europa, bek Shakhtar berterima kasih kepada bintang Inter
Chelsea Siap Bikin David Alaba Kalahkan Kai Havertz
Hanya finis sebagai runner up, Atletico yakin lawannya masih akan ditakuti di Liga Champions
Real Sociedad optimistis Napoli bisa mengalahkan Napoli di laga terakhir Liga Europa

Media dari Spanyol Olahraga yakin para pemain Barca mulai mempertanyakan taktik Ronald Koeman. Kabarnya pergantian taktik dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 menjadi salah satu kekecewaan tim utama karena formasi pertama sudah menjadi ciri khas tim sejak lama.

Rumor mengatakan bahwa tim dibagi menjadi empat pemain menyerang dan empat bertahan, dengan sepasang gelandang tengah yang maju dan mundur membuat mereka kurang menggigit dalam bertahan atau menyerang. Ada juga keluhan tentang kurangnya fluiditas pada sistem yang diterapkan Koeman, memberi ruang yang terlalu banyak bagi lawan dan sulitnya menciptakan peluang di area penalti, memaksa Lionel Messi turun tangan untuk mengambil bola.

Baca:  Dengan tawaran menggiurkan dari Qatar, winger Real Madrid ini bisa hengkang

Dalam dua pertandingan Liga Spanyol, Messi melakukan 10 tembakan ke gawang tanpa mampu mencatatkan namanya di papan skor dan rekor ini merupakan yang terburuk dari lima liga top Eropa.

Sebelum pertandingan melawan Juventus, mantan pelatih timnas Belanda itu mengaku sedang mencari cara untuk memaksimalkan potensi masing-masing pemain namun hal tersebut tidak dirasakan oleh anak asuhnya. Lemahnya lini depan Barca usai melepas Luis Suarez disebut-sebut menjadi alasan kegagalan 4-2-3-1 dan diperparah dengan kemandulan Antoine Griezmann.